PLN

  • Bulan Ini PLN Bakal Gratiskan Tambah Daya Listrik

    Jakarta -PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berencana membebaskan biaya untuk peningkatan atau penambahan daya.

    Selama ini, setiap masyarakat yang ingin menambah daya listrik dikenakan biaya. Besaran biayanya tergantung besaran daya listrik yang dinaikkan.

    Kepala Divisi Niaga Perusahaan Listrik Negara (PLN), Benny Marbun menyebutkan, saat ini biaya yang dikenakan untuk menambah daya listrik dari 450 volt ampere (VA) ke 1.300 VA sebesar Rp 797.000, ditambah dengan biaya materai Rp 6.000.

    Sementara untuk menambah daya dari 900 VA ke 1.300 VA dikenakan biaya sebesar Rp 375.000 plus biaya materai Rp 6.000.

    "Selama ini kan bayar, nggak gratis. Kita lagi proses untuk digratiskan," ujarnya kepada detikFinance, Selasa (5/1/2016).

    Dia menjelaskan, saat ini pihaknya tengah memproses kebijakan pembebasan biaya untuk menambah daya listrik.

    Rencananya, pembahasan tersebut akan selesai dalam waktu dekat dan akan diumumkan bulan ini.

    "Tidak lama lagi, bulan ini mudah-mudahan keluar," katanya.

    Berdasarkan informasi dari PLN, untuk pendaftaran, prosesnya bisa dilakukan melalui website resmi PT PLN (Persero) atau pun melalui call center123.

    Ada pun persyaratan administrasinya adalah seperti berikut:

    • 2 lembar fotokopi KTP pemilik rumah
    • 2 lembar materei Rp 6.000
    • Surat kuasa bila diwakilkan bermaterai
    • 2 lembar fotokopi KTP yang dikuasakan, dan
    • Bukti rekening terakhir.

    Proses minimal 5 hari dari pembayaran. Penambahan jaringan listrik tambah 15 hari, dan penambahan gardu waktunya minimal 40 hari.

     

    Sumber: http://finance.detik.com/read/2016/01/05/161910/3111200/1034/bulan-ini-pln-bakal-gratiskan-tambah-daya-listrik

  • Insentif Listrik dari Jokowi, Industri Dapat Diskon Hingga Boleh Cicil Tagihan

    Jakarta -Pemerintah baru saja mengumumkan paket kebijakan ekonomi jilid III, salah satunya insentif tarif listrik untuk pelanggan industri. Ada 3 insentif yang diberikan.

    Hal ini diungkapkan Menteri ESDM Sudirman Said, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/10/2015).

    "Pertama, tarif listrik untuk pelanggan industri golongan I-3 dan I-4 akan mengalami penurunan sebesar Rp 12-13 per kWh, mengikuti turunnya harga minyak bumi (automatic tariff adjustment)," kata Sudirman.

    Insentif kedua, pemberian diskon tarif hingga 30% untuk pemakaian listrik pada tengah malam, dari pukul 23.00 sampai 08.00, yaitu pada saat beban sistem ketenagalistrikan rendah.

    "Insentif ketiga, penundaan pembayaran tagihan rekening listrik hingga 40% dari tagihan listrik 6 atau 10 bulan pertama, dan melunasinya secara berangsur, khusus untuk industri padat karya serta industri berdaya saing lemah," ungkap Sudirman.

    "Misal ada industri padat karya yang rawan PHK dan kesulitan cash flow. Tagihannya Rp 15 miliar kebijakan PLN, dia boleh hanya bayar 60% saja yakni Rp 10,5 miliar, sisanya dicicil di bulan ke-13 selama 12 bulan," tutup Sudirman.

     

    sumber : http://finance.detik.com/read/2015/10/07/182704/3038728/1034/insentif-listrik-dari-jokowi-industri-dapat-diskon-hingga-boleh-cicil-tagihan

  • Istilah Kelestrikan yang Perlu Kita Ketahui

    Saat ini hampir diseluruh Indonesia telah menggunakan listrik, baik listrik prabayar maupun pasca bayar. Namun disadari atau tidak banyak istilah-istilah listrik yang belum dapat kita mengeti bahkan belum kita ketahui, berikut adalah istilah-istilah listrik yang perlu kita ketahui bersama:

    • Alat Pembatas dan alat Pengukur (APP) Alat milik PT PLN (Persero) yang berfungsi untuk membatasi daya listrik yang dipakai serta mengukur pemakaian energi listrik
    • Ampere (A) Satuan Arus Listrik
    • Badan Usaha (BUPTL) Penunjang Tenaga Listrik : Instalatir yang bergerak dalam pembangunan dan pemasangan peralatan ketenagalistrikan
    • Biaya Beban (BB) Komponen biaya dalam rekening listrik yang besarnya tetap, dihitung berdasarkan daya tersambung
    • Biaya Keterlambatan (BK) Adalah biaya yang dibebankan pada pelanggan karena tidak memenuhi kewajiban membayar tagihan PLN tepat pada waktunya
    • Biaya Penyambungan (BP) Biaya yang harus dibayar kepada PLN oleh calon pelanggan atau pelanggan untuk memperoleh penyambungan baru atau tambah daya
    • Curah ( C ) Yaitu golongan tarif untuk keperluan penjualan secara Curah (Bulk) kepada Pemegang Izin Usaha
    • Current Transformer atau Trafo Arus (CT) Alat untuk menurunkan arus listrik untuk keperluan pengukuran energi
    • Daya Tersambung Besarnya daya yang disepakati oleh PLN dan pelanggan dalam Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik yang menjadi dasar perhitungan biaya beban
    • Faktor daya atau Cos Perbandingan antara pemakaian daya dalam Watt dengan pemakaian daya dalam Volt-Ampere
    • Faktor Ketidak Seimbangan Tegangan Perbandingan komponen tegangan urutan negative terhadap komponen tegangan urutan positif
    • Hertz (HZ) Satuan frekuensi listrik
    • Jam nyala Pemakaian kWh dalam satu bulan dibagi dengan kVA tersambung
    • Jaringan Tegangan Ekstra Tinggi (JTET) : Jaringan Tenaga Listrik (JTL ) yang dioperasikan dengan TET yang mencakup seluruh bagian jaringan tersebut beserta perlengkapannya
    • Jaringan Tegangan Menengah (JTM) JTL yang dioperasikan dengan TM yang mencakup seluruh bagian jaringan tersebut beserta perlengkapannya
    • Jaringan Tegangan Rendah (JTR) JTL yang dioperasikan dengan TR yang mencakup seluruh bagian jaringan tersebut beserta perlengkapannya
    • Jaringan Tegangan Tinggi (JTT) JTL yang dioperasikan dengan TT yang mencakup seluruh bagian jaringan tersebut beserta perlengkapannya
    • Jaringan Tenaga Listrik (JTL) Sistem penyaluran/pendistribusian tenaga listrik milik PLN yang dioperasikan dengan TR, TM, TT atau TET
    • JBST Jual Beli Tenaga Listrik Secara Terbatas
    • Kilo Meter Sirkuit (kms) Satuan panjang jaringan transmisi atau distribusi tenaga listrik tiga fasa
    • Kilo Volt Ampere (kVA) Seribu Volt Ampere, adalah satuan daya
    • Kilo Volt (kV) Seribu Volt, adalah satuan tegangan listrik
    • Kilo Watt (kW) Satuan daya listrik nyata (aktif)
    • Kilo Watt Hour (kWh) Satuan energy listrik nyata (aktif)
    • kVA max-Meter Alat untuk mengukur pemakaian daya tertinggi dalam satuan kVA untuk kurun bulan dibagi dengan kVA tersambung waktu satu bulan, khusus bagi pelanggan B3, I4 dan I3 tanur busur, T
    • KVARh Kilo Volt Ampere Reactive Hour, satuan energy listrik semu (reaktif)
    • kVARh Meter Alat ukur pemakaian energi listrik semu (reaktif)
    • kWh Meter Alat ukur pemakaian energi listrik
    • kWh Meter Tarif Ganda kWh Meter yang mempunyai dua register, satu register untuk mengukur pemakaian energy pada WBP dan satu register lainnya untuk mengukur energy pada LWBP
    • kWh Meter Tarif Tunggal kWh Meter yang mempunyai satu register untuk mengukur pemakaian energi
    • LWBP Luar Waktu Beban Puncak (jam 22.00 – 18.00)
    • M/TR, TM, TT Tarif Multiguna yang diperuntukan bagi pengguna listrik yang memerlukan pelayanan khusus, baik di Tegangan Rendah, Tegangan Menengah maupun Tegangan Tinggi
    • MVA Mega Volt Ampere (Sejuta Volt Ampere)
    • Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) Pajak yang dibayar oleh semua pelanggan PLN, dipungut oleh PLN dan selanjutnya disetor ke kas Pemerintah Daerah
    • Papan Hubungi Bagi (PHB) Bagian instalasi listrik milik pelanggan yang digunakan untuk membagi-bagikan aliran listrik
    • PB Penyambungan Baru
    • PD Penambahan Daya/Perubahan Daya
    • Pemutusan Rampung Penghentian untuk seterusnya penyaluran tenaga listrik ke instalasi pelanggan dengan mengambil sebagian atau seluruh peralatan untuk penyaluran tenaga listrik ke instalasi pelanggan
    • Pemutusan Sementara Penghentian penyaluran tenaga listrik ke instalasi pelanggan untuk sementara
    • Penerangan Jalan Umum (PJU) Penerangan untuk jalan dan prasarana umum yang dipasang secara resmi oleh pemda atau badan resmi lainnya dan mendapat pasokan tenaga listrik dari PLN secara legal
    • Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) Pemeriksaan oleh PLN terhadap instalasi PLN dan instalasi pelanggan dalam rangka penertiban pemakaian/pemanfaatan tenaga listrik
    • Potensial Transformator (Trafo Tegangan) Alat untuk menurunkan tegangan listrik yang diperlukan khusus bagi pengukuran energi listrik atau peralatan pengaman dan pengendah listrik lainnya
    • Saluran Masuk Pelayanan (SMP) Kabel milik PLN yang menghubungkan antara jaringan Tegangan Rendah dengan APP yang terpasang di rumah pelanggan
    • Sambungan Langsung Adalah sambungan JTL atau SL termasuk peralatannya sedemikian sehingga tenaga listrik disalurkan tanpa melalui APP
    • Sambungan Tenaga Listrik (STL) Penghantar di bawah atau di atas tanah termasuk peralatannya sebagai bagian instalasi PLN yang merupakan sambungan antara JTL milik PLN dengan instalasi pelanggan
    • Tagihan Listrik Perhitungan biaya atas pemakaian daya dan energi listrik oleh pelanggan setiap bulan
    • Tagihan Susulan Tagihan kemudian sebagai akibat adanya penyesuaian dengan ketentuan atau sebagai akibat adanya pelanggaran
    • Tarif Dasar Listrik (TDL) Ketentuan pemerintah yang berlaku mengenai golongan tarif dan harga jual tenaga listrik yang disediakan oleh PLN
    • Tegangan Ekstra Tinggi (TET) Tegangan sistem diatas 245.000 Volt
    • Tegangan Menengah (TM ) Tegangan sistem diatas 1.000 Volt sampai dengan 35.000 Volt
    • Tegangan Rendah (TR) Tegangan sistem sampai dengan 1.000 Volt
    • Tegangan Tinggi (TT) Tegangan sistem diatas 35.000 Volt sampai dengan 245.000 Volt
    • Titik Penyambungan Bersama Titik terdekat dengan pelanggan dimana tersambung juga pelanggan yang lain pada JTR atau JTM atau JTr atau JTET
    • Uang Muka Tagihan Listrik (UMTL) Penerimaan pembayaran untuk pemakaian daya dan energy listrik mendahului transaksi penyerahan daya dan energi berlangsung
    • Volt Ampere (VA) Satuan daya (daya buta)
    • Volt (V) Satuan Tegangan Listrik
    • Waktu Beban Puncak (WBP) Waktu jam 18.00 sampai dengan jam 22.00 waktu setempat
    • Watt Satuan daya listrik nyata

    Demikian informasi tentang istilah-istilah listrik serta penjelasannya, semoga wawasan kita semakin bertambah dan bermanfaat.

     

    Sumber: http://www.pln.co.id/blog/istilah-kelistrikan/

  • Kebijakan Baru Transaksi Pulsa Listrik Berlaku 1 Oktober

    Jakarta -  PT PLN (Persero) telah mengeluarkan sebuah kebijakan baru untuk tansaksi listrik Prepaid atau pulsa listrik, kebijakan tersebut mengenai perubahan denomisasi listrik Prepaid dan admin bank di luar nominal harga pulsa yang berlaku mulai 1 Oktober 2015,  adapun kebijakannya adalah sebagai berikut:

    1. Denom pulsa listrik yang dapat ditransaksikan telah dibatasi sebagai berikut:

    • 20.000,-
    • 50.000,-
    • 100.000,-
    • 200.000,-
    • 500.000,-
    • 1.000.000,-
    • 5.000.000,-
    • 10.000.000,-
    • 50.000.000,-

    2. Biaya admin bank diluar biaya denom pulsa listrikSkema pembelian listrik prepaid jika sebelum nya pembelian pulsa listrik 20.000, pelanggan cukup membayar Rp. 20.000,- karena sudah termasuk biaya admin bank, PPJ, PPN, bea materai, dan angsuran di dalam nya. Namun dengan adanya kebijakan baru, saat ini pelanggan harus membayar Rp. 20.000 + biaya admin, dalam kebijakan ini pembelian pulsa listrik 20.000 sudah termasuk admin bank, PPJ, PPN , bea materai, dan angsuran. Namun belum termasuk biaya admin bank, jika biaya admin bank Rp. 2.500,- maka pelanggan harus membayar Rp. 22.500,-

    Demikian kebijakan PLN yang berlaku mulai 1 Oktober 2015, semoga dapat menambah wawasan pembaca yang setia mengenai transaksi pulsa listrik.

     

  • Kemenkeu: 2/3 Total Rumah Tangga Terima Subsidi Listrik

    Bogor -Pemerintah memastikan sebagian besar pelanggan listrik PLN berdaya 900 VA adalah mereka yang berkategori mampu, dan tak layak subsidi.

    Selama ini, pelanggan PLN berdaya 450 Va dan 900 Va memperoleh subsidi listrik. Jumlahnya mencapai 48 juta pelanggan rumah tangga di luar dari pelanggan rumah tangga lainnya.
     
    Anggaran subsidi listrik diturunkan drastis tahun depan, dari Rp 66 triliun menjadi Rp 37 triliun. PT PLN (Persero) berencana mencabut subsidi listrik sekitar 23 juta pelanggan berdaya listrik 450-900 Va yang tidak layak disubsidi.

    Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih akan menganggarkan subsidi listrik dii tahun depan untuk pengguna golongan 450-900 Va, namun akan selektif. Saat ini 2/3 pelanggan listrik rumah tangga menerima subsidi listrik.

    "Tahun 2016, subsidi listrik akan tetap diberikan, tapi akan ada pemilahan pelanggan yang dirasa tidak berhak. Yang mulai dilihat PLN, mereka mulai cari siapa pelanggan yang namanya satu, tapi langganan 450 Va dan 900 Va," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara dalam media briefing, di Hotel Harris, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (8/11/2015).

    Menurutnya, PLN perlu agresif mendata jumlah pelanggan yang benar-benar berhak menerima subsidi listrik. Saat ini, subsidi listrik masih banyak menyasar kepada masyarakat yang sebetulnya masuk dalam golongan mampu.

    "Berapa jumlah rumah tangga di Indonesia? 2/3 dari total rumah tangga terima subsidi. Nggak masuk akal. Di antara itu, pasti ada yang nggak berhak. Sebelum naikkan tarif, pastikan dulu yang terima yang berhak. Harus bisa identifikasi pakai indeks. Mungkin pakai pekerjaan kepala rumah tangga, jumlah anggota. Sudah ada, itu basis kartu macam-macam. Terus basis yang 15,5 juta kartu sejahtera. Belum tentu semua dapat sambungan listrik. Apakah angka itu angka tepat? Itu debat terbuka. Kesepakatan politik seperti apa? Ketersediaan anggaran berapa?" tanya dia.

    Suahasil menambahkan, menjadi salah satu anggaran yang perlu dianalisa penggunaannya. Jangan sampai, anggaran yang telah dikeluarkan disalurkan kepada yang tidak berhak.

    "Kita di Kemenkeu makin dalami karena ini jenis pengeluaran yang sangat penting. Infrastruktur penting, perlindungan sosial penting. Itu dananya dialihkan dari yang kita rasa tidak tepat sasaran," pungkasnya.

    Saat ini pemerintah menanggung subsidi listrik untuk 48 juta pelanggan listrik R1, dengan daya 450 VA dan 900 VA. Data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) bahwa masyarakat yang tidak mampu, miskin, atau rentan miskin itu hanya sekitar 24,7 juta kepala keluarga. Artinya ada 23 juta pelanggan tak berhak mendapatkan subsidi.

     

    Sumber : http://finance.detik.com/read/2015/11/08/133757/3065122/1034/kemenkeu-2-3-total-rumah-tangga-terima-subsidi-listrik

  • Pelanggan Kategori Ini akan Kena Sisir PLN

    Jakarta -PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mulai menyisir pelanggan yang tidak layak menikmati tarif listrik subsidi. Sasaran PLN adalah para pelanggan mampu namun selama ini menikmati tarif subsidi.

    Menurut Benny Marbun, Kepala Divisi Niaga PLN, selama ini memang ada pelanggan yang memakai listrik subsidi, padahal sebenarnya mampu memakai tarif listrik non subsidi. Namun, PLN tidak bisa melarang pelanggan mampu untuk memasang listrik dengan tarif non subsidi karena tidak ada pembatasan antara orang kaya dan miskin.

    "Contohnya, ada pelanggan 3500 watt beli tanah di Sawangan lalu membangun pondokan. Lalu dia minta pasokan listrik ke pondokannya sebesar 450 watt supaya bisa ada penerangan dan bisa charge telepon seluler. Yang seperti ini nggak boleh lagi pakai tarif listrik bersubsidi," ujar Benny kepada detikFinance, Kamis (5/11/2015).

    Benny mengatakan, PLN tidak akan mencabut listrik bagi pelanggan yang masuk kategori di atas, melainkan meminta mereka menaikan daya minimal 1300 watt. Daya 1300 watt selama ini masuk kategori tarif listrik non subsidi.

    Selain itu, pengalihan daya listrik dari subsidi ke non subsidi itu tidak akan dikenakan biaya apapun alias grartis. "Pengalihan ke daya 1300 watt itu tidak akan dikenakan biaya," jamin Benny.

     

    Sumber : http://finance.detik.com/read/2015/11/05/145706/3063060/1034/pelanggan-kategori-ini-akan-kena-sisir-pln

  • Pelanggan Listrik 900 VA Bisa Tambah Daya ke 1.300 VA Gratis

    Jakarta -PT PLN (Persero) melalui unit pelayanan yang tersebar di seluruh Indonesia menyediakan layanan tambah daya listrik (tambah daya) gratis bagi pelanggan Rumah Tangga 900 VA (Volt Ampere) yang ingin naik daya ke 1300 VA. Layanan ini berlaku sejak permohonan tanggal 15 Maret hingga 31 Desember 2016.

    Kepala Divisi Niaga PLN, Benny Marbun menegaskan bahwa program ini hanya berlaku bagi penambahan daya konsumen Rumah Tangga 900 VA menjadi 1.300 VA.

    "Yang digratiskan adalah biaya penyambungannya. Bagi konsumen listrik pascabayar tetap ada biaya penyesuaian Jaminan Langganan, sedangkan bagi konsumen prabayar cukup membayar token perdana saja," jelas Benny dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (16/3/2016).

    Pelaksanaan tambah daya gratis ini dilakukan setelah selesainya pemadanan data TNP2K untuk rumah tangga miskin daya 900 VA. Dan sebagai bagian dari upaya mempercepat proses pemberian subsidi tepat sasaran bagi konsumen rumah tangga dengan daya 900 VA yang ingin naik daya menjadi 1.300 VA.

    Program subsidi tepat sasaran ini sesuai dengan amanat Pemerintah melalui surat penugasan Menteri ESDM No. 7294/20/MEM.L/2015 tanggal 30 september 2015 di mana subsidi listrik tahun berjalan tahun 2016 dialokasikan sebesar Rp 38,39 triliun rupiah dengan kebijakan pemberian subsidi listrik bagi 24,7 juta pelanggan rumah tangga miskin dan rentan miskin sesuai data TNP2K.

    Lewat program ini, PLN juga memberikan kesempatan bagi konsumen untuk dapat menikmati listrik dengan daya lebih besar sehingga bisa lebih bebas dan nyaman dalam menggunakan listrik untuk berbagai kebutuhan.

    Diskon 20 % untuk penyambungan Konsumen Bisnis & Industri

    Bagi konsumen Bisnis dan Industri dengan daya 100 sampai dengan 200 kilo Volt Ampere (kVA), PLN memberikan mereka keringanan berupa diskon biaya penyambungan sebesar 20% dari tarif yang ditetapkan pemerintah.

    "Ini berlaku khusus untuk permintaan sambungan baru dan penambahan daya konsumen Bisnis dan Industri yang ingin memiliki daya 100 hingga 200 kVA," jelas Benny.

    Kebijakan ini ditempuh PLN setelah memperhatikan bahwa kebanyakan konsumen golongan Bisnis dan Industri merupakan jenis usaha pemula yang secara aktif mampu menggerakkan perekonomian.

    "Kita mendukung upaya pemerintah guna menggerakkan dunia usaha lewat keringanan di sisi penyediaan listriknya," pungkas Benny.

     

    Sumber : http://finance.detik.com/read/2016/03/16/140036/3166145/1034/pelanggan-listrik-900-va-bisa-tambah-daya-ke-1300-va-gratis

  • Pemakaian Listrik Wajar tapi Tagihan Membengkak, Ini Alasannya

    Jakarta-Pencabutan subsidi listrik tentu akan membuat pelanggan listrik khusunya pascabayar, merogoh kocek lebih banyak untuk membayar biaya bulanan. Sebab membayar listrik adalah pengeluaran wajib yang harus dibayarkan.

    Namun, pernahkah Anda merasa terkejut saat membayar listrik ternyata membengkak lebih banyak dari biasanya?. Tentu Anda akan kaget dan bertanya-tanya mengapa tagihan bisa membengkak.

    Berdasarkan informasi yang diragkum citizen6 dari berbagai sumber, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencari tahu penyebab tagihan listrik Anda membengkak. Beberapa penyebabnya: pertama, rumah yang Anda tempati sekarang barangkali sebelumnya pernah kosong beberapa bulan. Jadi ketika Anda membayar tidak sesuai dengan yang tertera di meteran. Hal itu merupakan akumulasi dari bulan-bulan sebelumnya.

    Kedua, pembengkakan biaya bisa terjadi karena petugas pencatatan listrik yang datang ke rumah lalai dalam mengecek meteran listrik. Bisa jadi karena menganggap rumah dalam keadaan kosong. Tagihan sebelumnya tiba-tiba dimasukkan ke tagihan bulan ini oleh PLN.

    Ketiga, pembengkakakn juga bisa terjadi karena pembatas listrik sering naik turun di rumah. Keempat, pembengkakan bisa saja terjadi karena pemakaian yang tiak kita sadari, misalnya di rumah Anda sering menggunakan AC dan lupa tidak mematikannya.

    Terakhir, ada kemunginan terburuk yakni, pencurian aliran listrik di rumah Anda. Oleh karena itu, Anda sebaiknya memeriksa instalasi listrik di rumah Anda, jika dirasa ada yang ganjil segera laporkan ke petugas.

    Sebenarnya, jika Anda ingin mengetahui kisaran tagihan listrik Anda bulan ini, Anda bisa menghitung sendiri dengan cara menghitung angka kWh yang tertera di meteran dan dikalikan harga per kWh. Hitung jumlah total tagihan minimal kemudian bandingkan angka pada perkiraan tagihan minimal dan jumlah tagihan bulan terakhir yang membengkak.

    Apabila berbeda jauh dan terbukti membengkak jangn panik, Anda bisa langsung menanykan kembali ke call centre atau PLN terdekat. Jika Anda ingin tagihan normal lagi, lapor ke call centre atau PLN terdekat untuk mencatatkan nilai stand APP (alat Pembatas dan Pengukur).

     

    Sumber: http://citizen6.liputan6.com/read/2357140/pemakaian-listrik-wajar-tapi-tagihan-membengkak-ini-alasannya

  • Pemerintah Minta Warga Mampu Segera Gunakan Listrik Non-subsidi

    Jakarta -Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau masyarakat golongan mampu untuk tidak menggunakan listrik bersubsidi. Saat ini PLN sedang mencocokkan data pelanggan untuk menerapkan pencabutan subsidi listrik bagi golongan mampu.

    Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman mengatakan ‎sesuai dengan peraturan yang ada, seharusnya listrik subsidi hanya digunakan oleh masyarakat yang tidak mampu. Namun ternyata berdasarkan data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), 70 persen dari golongan pelanggan listrik bersubsidi 900 Volt Ampere (VA) adalah masyarakat mampu.

    "Jadi sesuai peraturan perundangan, subsidi diberikan kepada masyarakat yang tidak mampu. Sesuai hasil TNP2K, ada masyarakat mampu tapi dapat subsidi golongan 900 VA. Jika dilihat dari datanya sampai 70 persen masyarakat mampu gunakan itu," kata Jarman di kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Jakarta, Jumat (13/11/2015).

    Jarman meminta masyarakat mampu yang jumlahnya sekitar 20 juta kepala keluarga segera beralih menggunakan listrik non-subsidi dengan daya 1.300 VA. Sedangkan yang tidak mampu masih boleh menggunakan listrik dengan daya 900 VA. "Masyarakat mampu kita minta ke 1.300 VA, tidak mampu tetap di 900 VA‎," ujarnya.

    Menurut Jarman, saat ini PLN dan TNP2K sedang melakukan pencocokan data pelanggan untuk menerapkan pencabutan subsidi listrik bagi masyarakat golongan mampu. Hal tersebut bertujuan agar subsidi listrik tepat sasaran. Rencananya pencabutan subsidi listrik dilakukan 2016. ‎"Demikian untuk mencocokkan data perlu waktu karena data masyarakat tidak mampu di data PLN, data pelanggan,"‎ ia menegaskan.

    Sebelumnya, pemerintah akan mencabut subsidi listrik bagi 23 juta pelanggan golongan 450 VA-900 VA. Langkah tersebut dilakukan karena pelanggan tersebut tidak termasuk dalam golongan tak mampu. 

    Pelaksana tugas (Plt) Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan sebanyak 23 juta pelanggan yang ditarik subsidinya bukanlah kategori masyarakat miskin.

    "Yang 23 juta rumah tangga itu tidak miskin. Kita mempertahankan sejumlah 22 juta pelanggan yang benar-benar miskin dan tidak mampu," ujar Suahasil saat dihubungiLiputan6.com.

    Menurut Suahasil, sejumlah 22 juta rumah tangga atau pelanggan golongan rakyat miskin ini adalah sekitar sepertiga rumah tangga Indonesia yang tercatat dalam kondisi sosial ekonomi paling lemah. Sementara saat ini tingkat kemiskinan di Indonesia sekitar 11 persen dan target di tahun depan turun menjadi 9-10 persen.

    "Kalau subsidi listrik dipertahankan untuk sekitar 22 juta rumah tangga, itu berarti 2-3 kali lipat dari jumlah rumah tangga di bawah garis kemiskinan," tutur Suahasil.

    Ia mengaku saat ini penyaluran subsidi listrik masih tidak tepat sasaran. Dengan demikian, upaya pemerintah paling utama adalah memperbaiki distribusi subsidi supaya betul-betul dinikmati kalangan yang memang membutuhkan.

    "Ternyata saat ini masih banyak yang tidak tepat sasaran. Artinya masih banyak yang tidak miskin atau rentan masih mendapat sambungan dengan tarif subsidi. Jadi kita buat supaya lebih tepat sasaran dulu karena kami berpendapat kelompok miskin masih perlu subsidi," Suahasil menjelaskan.**

     

    Sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/2364741/pemerintah-minta-warga-mampu-segera-gunakan-listrik-non-subsidi

  • PLN Berhasil Berhemat, Berujung Turunnya Tarif Listrik

    Jakarta -Tarif listrik untuk golongan tariff adjustment (penyesuaian tarif) PT PLN (Persero), mengalami penurunan mulai 1 Januari 2015. Turunnya tarif ini selain karena pelemahan harga minyak dan penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), juga karena berbagai langkah efisiensi yang dilakukan BUMN listrik ini.

    "Kontribusi terbesar penurunan tarif listrik Januari 2016 dibanding Desember 2015 adalah keberhasilan PLN melakukan efisiensi operasi. Sehingga Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik dalam diturunkan," kata Kepala Divisi Niaga PLN, Benny Marbun, kepada detikFinance, Senin (4/1/2016).

    Benny mengungkapkan, efisiensi yang dilakukan PLN tersebut diantaranya, dapat menurunkan susut energi dari jaringan distribusi listrik, yang turun dari 8,45% ke 8%. Lalu penurunan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dalam produksi listrik.

    "Fuel Mix (HSD dan MFO) turun dari 7,34% ke 7,19%. Terkait dengan perbaikan fuel mix ratio, volume konsumsi HSD turun dari 4.326.542 liter ke 3.642.858 liter. Volume konsumsi MFO turun dari 1.360.050 liter ke 1.448.501 liter. Hal inilah yang berdampak besar bagi penurunan tarif listrik Januari 2016," tutup Benny.

    Seperti diketahui, mulai 1 Januari lalu, tarif listrik golongan tariff adjustment turun, berikut daftarnya:

    Pertama, kelompok tegangan rendah meliputi rumah tangga, bisnis skala menengah dan kantor pemerintah skala menengah mengalami penurunan tarif 100,22 Rp/kWh, dari Rp 1.509,38/kWh menjadi Rp 1.409,16/kWh. Penurunan disebabkan karena makro ekonomi sebesar Rp 12,3/kWh, sedangkan karena PLN melakukan efisiensi sebesar RP 87,92/kWh.

    Kedua, tarif listrik di kelompok tegangan menengah yang meliputi bisnis skala besar, kantor Pemerintah skala besar, industri skala menengah. Ada penurunan sebesar Rp 97,58/kWh dari Rp 1.104,73/kWh menjadi Rp 1.007,15/kWh. Ini disebabkan karena makro ekonomi sebesar Rp 9,01/kWh, sedangkan karena PLN melakukan efisiensi di TM sebesar Rp 88,57/kWh.

    Ketiga adalah tarif listrik di kelompok tegangan tinggi meliputi industri skala besar yang turun Rp 89,64/kWh dari Rp 1.059,99/kWh menjadi Rp 970,35/kWh. Ini disebabkan karena makro ekonomi sebesar Rp 8,64/kWh, sedangkan karena PLN melakukan efisiensi sebesar Rp 81,0/kWh.

     

    Sumber: http://finance.detik.com/read/2016/01/04/112611/3109954/1034/pln-berhasil-berhemat-berujung-turunnya-tarif-listrik

  • PLN Gratiskan Biaya Tambah Daya ke 1.300 VA

    PT PLN (Persero) akan membebaskan biaya penambahan daya ‎bagi pelanggan rumah tangga golongan 450 Volt Ampere (VA) dan 900 ‎VA. Golongan pelanggan tersebut saat ini masih mendapat subsidi.

    Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun mengatakan, pembebasan biaya penambahan daya tersebut merupakan buntut dari kebijakan pemerintah dalam memberikan subsidi listrik tepat sasaran bagi golongan 900 VA. Sehingga hanya masyarakat yang miskin ‎yang akan mendapat subsidi listrik.

    "Kita sudah dapat data rumah tangga miskin yang dapat subsidi untuk golongan 900 VA. kalau kami sudah data kami sampaikan ke Pemerintah rumah tangga miskin," kata Benny, di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Kamis (7/1/2015).

    Benny mengungkapkan, jika pemberian subsidi tepat sasaran tersebut telah diberlakukan, maka masyarakat yang menggunakan daya‎ 900 VA tidak masuk dalam golongan masyarakat miskin dan bakal dikenakan tarif listrik normal alias tidak bersubsidi. Begitu juga dengan pelanggan 1300 VA yang bakal dikenanakan tarif normal. Untuk Januari 2015 tarif tersebut Rp 1.409,16 per kilo Watt h‎our (kWh).

    ‎"Nanti setelah itu Pemerintah menetapkan subsidi tepat sasaran saja, rumah tangga miskin yang dapat subsidi listrik bagi yang tidak masuk mereka bayar listrik dengan tarif tidak subsidi lagi, mereka dengan daya 1300," papar Benny.‎

    Menurut Benny, pelanggan yang saat ini masih termasuk golongan yang menerima subsidi, dan ingin menambah daya ke ‎golongan yang sudah tidak disubsidi, biayanya akan digratiskan. Hal tersebut sesuai instruksi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral(ESDM).

    "Yang masuk rumah tangga tidak miskin nanti tarif listrik yang mereka bayar tidak disubsidi sama dengan 1300. Karena mereka membayar tarif sama dengan 1300 mereka minta dong daya kami sama 1300 daya sudah sama. Pemerintah kementerian ESDM sudah instrusikan ke PLN kalau ada yang mau naik daya ke 1300 naikan dayanya gratiskan biayanya," pungkasnya. (Pew/Zul)

     

    Sumber: http://bisnis.liputan6.com/read/2406514/pln-gratiskan-biaya-tambah-daya-ke-1300-va

  • PLN Sisir Data Pelanggan 450-900 VA yang Masih Berhak Disubsidi

    Jakarta -Mulai 1 Januari 2016, pemerintah menetapkan hanya keluarga miskin dan rentan miskin yang akan menerima subsidi listrik. Mereka adalah pelanggan listrik dengan golongan 450-900 VA yang benar-benar tak mampu.

    PT PLN kini sedang mendata dari 48 juta pelanggan listrik golongan 450-900 VA. Diperkirakan ada 23 juta pelanggan golongan 450-900 VA yang tergolong keluarga mampu. Implementasi pencabutan subsidi listrik untuk pelanggan rumah tangga daya 450 VA dan 900 VA mulai 1 Januari 2016.

    "Kami tentu menyiapkan aturan ini betul-betul bisa dimulai 1 Januari 2016 mendatang," kata Corporate Secretary PT PLN Adi S. Supriono kepada detikFinancedi kantor PLN, Jalan Trunojoyo Blok M, Jakarta, Minggu (25/10/2015).

    Langkah ini dilakukan sesuai alokasi anggaran untuk subsidi listrik tahun berjalan 2016 sebesar Rp 37,31 triliun dengan kebijakan pemberian subsidi listrik bagi 24,7 rumah tangga miskin dan rentan miskin.

    PLN punya waktu dua bulan untuk menyeleksi data pelanggannya. Adi mengatakan, strategi mengejar waktu tersebut masih terus dibahas internal.
    "Tentu harus mulai Januari 2016 sesuai aturan. Soal strateginya nanti saja, masih prematur. 1 Januari kita harus siap," tambahnya.

    Adi mengatakan, PLN akan menyisir data pelanggan rumah tangga daya 450 VA dan 900 VA sesuai data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

    "Persiapan yang sudah dilakukan, kami harap pendataan bisa selesai Desember. Dibantu oleh tim nasional percepatan penanganan kemiskinan (TNP2K). Artinya kami pakai data dari sana. Mereka juga membantu klasifikasinya. Kita ngikut daftar mereka," ucapnya.

    Menurut Adi, alokasi bagi 24,7 juta pelanggan yang masih bisa menerima subsidi listrik terbilang longgar alias bisa bertambah atau berkurang.

    "Angka 24,7 juta kan pagu. Dapatnya berapa (rumah tangga) kita lihat hasil pendataan. Bisa kurang, bisa lebih. Tapi rasanya pagu itu sudah longgar," katanya.

    Seperti diketahui pemerintah akan mencabut subsidi listrik untuk pelanggan PT PLN dengan daya listrik 450-900 VA mulai 2016. Sebanyak 23 juta dari 48 juta pelanggan golongan ini diduga tak berhak menerima subsidi listrik namun menjadi pelanggan 450-900 VA yang tarifnya disubsidi. Efek dari pencabutan ini maka akan ada kenaikan tarif listrik 123%-225% di 2016, sehingga masyarakat didorong beralih ke golongan 1.300 VA yang sudah tak disubsidi.

     

    Sumber : http://finance.detik.com/read/2015/10/25/154828/3052754/1034/pln-sisir-data-pelanggan-450-900-va-yang-masih-berhak-disubsidi

  • PLN Turunkan Tarif Listrik 2.200 VA

    Jakarta -PT PLN (Persero) akan menurunkan tarif dasar listrik untuk daya 2.200 volt ampere (VA) ke atas. Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, penurunan tersebut dilakukan karena biaya produksi listrik juga mengalami penurunan.

    Sofyan menjelaskan, saat ini nilai tukar rupiah memang mengalami depresiasi yang membuat biaya operasional atau biaya produksi perseroan meningkat. Namun kenaikan tersebut bisa ditekan karena terjadi penurunan harga minyak dunia yang menyebabkan harga BBM juga stabil.

    Berdasarkan perhitungan PLN, depresiasi rupiah tersebut jika dikombinasikan dengan penurunan harga minyak masih memungkinan jika harga listrik juga diturunkan.

    "Tarif listrik untuk yang di atas 2.200 VA untuk Agustus ke depan akan turun, karena BBM turun walaupun ada kurs naik tapi setelah dikaji kombinasi kedua ini tetap tarif akan diturunkan walaupun tidak seberapa," kata dia, di Jakarta, Rabu (15/7/2015).

    Sofyan melanjutkan, untuk tarif penurunannya di kisaran Rp 1 per kWh sampai Rp 5 per kWh.

    Penurunan tersebut memang tidak signifikan. Namun, penurunan ini akan terasa untuk pemakai listrik besar seperti industri. "Untuk 2.200 VA karena BBM turun, akan dilakukan penurunan karena sesuai aturannya karena tarif adjustment," ujarnya.

    Sementara, untuk daya 1.300 VA sampai 2.200 VA tak ada perubahan tarif. "1.300-2.200 VA  tidak ada kenaikan sampai dengan Desember," tandas dia.(Amd/Gdn)

    sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/2273894/pln-turunkan-tarif-listrik-2200-va

  • Subsidi Listrik 23 Juta Pelanggan Dicabut, Dirut PLN: Pasti Ada Konflik

    Jakarta -PT PLN (Persero) mendapat tugas selama dua bulan untuk melakukan penyisiran 23,3 juta pelanggan listrik golongan rumah tangga, yang dianggap tidak layak mendapatkan subsidi listrik mulai 1 Januari 2015. Hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan konflik di masyarakat.

    Direktur Utama PLN Sofyan Basir menyatakan, PLN mau tak mau pasti akan menerima banyak protes dari masyarakat, karena adanya pencabutan subsidi yang berimbas pada kenaikan tarif listrik sampai 3 kali lipat. Konflik antara PLN dengan masyarakat pun pasti terjadi, PLN harus siap menghadapinya.

    ‎"Konflik pasti ada, 20 juta pelanggan yang dicabut (subsidi listriknya). Kalau ada konflik ya kita hadapi," kata Sofyan, usai Perayaan Hari Listrik Nasional, di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Selasa (27/10/2015).

    Sofyan menambahkan, pihaknya siap diprotes masyarakat demi kepentingan yang lebih besar, yakni supaya subsidi benar-benar dinikmati oleh masyarakat miskin.

    "Pasti terjadi protes. Sekarang Anda sendiri apa menerima nggak orang nggak miskin punya mobil menerima subsidi tarif listrik 65%? Akhirnya balik lagi kepentingan masyarakat yang miskin dan lebih luas," tegasnya.

    Dirinya berharap, masyakat bisa mengerti bahwa subsidi harus tepat sasaran kepada yang berhak.‎ "Sebenarnya mereka jangan teriak minta dapat subsidi kalau nggak layak dapat subsidi. Ini kan mencuri hak orang miskin. Itu yang tidak ingin kami biarkan," tutupnya.

    Seperti diketahui, berdasarkan data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), hanya 24,7 juta kepala keluarga miskin di Indonesia. Sementara saat ini pemerintah menanggung subsidi listrik untuk 48 juta pelanggan rumah tangga dengan daya 450 VA dan 900 VA. Artinya, ada 23,3 juta pelanggan yang harus dicabut subsidinya. Kebijakan ini berlaku mulai 1 Januari 2016.

     

    sumber : http://finance.detik.com/read/2015/10/27/103326/3054165/1034/subsidi-listrik-23-juta-pelanggan-dicabut-dirut-pln-pasti-ada-konflik

  • Tarif Listrik Turun, PLN: Beli Pulsa Rp 100.000 Dapat 67,09 kWh

    Jakarta -Mulai 1 Januari 2016, tarif listrik turun. Untuk tegangan rendah diturunkan menjadi Rp 1.409,16/kilo Watt hour (kWh) dari sebelumnya Rp 1.509,38/kWh.

    Sementara untuk tegangan menengah diturunkan menjadi Rp 1.007,15 kWh dari sebelumnya Rp 1.104,73/kWh.

    Sedangkan untuk tegangan tinggi diturunkan menjadi Rp 970,35/kWh dari sebelumnya Rp 1.059,99/kWh.

    Penurunan tarif listrik tersebut menguntungkan pelanggan. Dengan penurunan tarif listrik, otomatis besaran kWh yang diperoleh juga lebih tinggi dengan harga pembelian yang sama.

    Kepala Divisi Niaga Perusahaan Listrik Negara (PLN), Benny Marbun mencontohkan, dengan pembelian pulsa listrik sebesar Rp 100.000, semula besaran daya yang diperoleh hanya 62,5 kWh, setelah ada penurunan tarif listrik, daya yang didapat dengan Rp 100.000 mencapai 67,09 kWh.

    "Otomatis dapat listrik lebih banyak. Dengan uang Rp 100.000, awalnya dapat 62,5 kWh, sekarang bisa dapat lebih banyak jadi 67,09 kWh," ujarnya kepada detikFinance, Selasa (5/1/2016).

    Benny menyebutkan, perolehan kenaikan daya tersebut dengan asumsi Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sebesar 6%.

    "Itu beli Rp 100.000 dapat 67,09 kWh dengan asumsi PPJ 6%. Jadi tergantung PPJ nya, beda-beda, di Jakarta untuk rumah tangga 4%," sebut dia.

    Benny menambahkan, dengan penurunan tarif listrik masyarakat diuntungkan. Diharapkan bisa meringankan beban keuangan masyarakat.

    "Dapatnya jadi lebih banyak, meringankan beban keuangan masyarakat kan jadinya," imbuhnya.

     

    Sumber: http://finance.detik.com/read/2016/01/05/154734/3111168/1034/tarif-listrik-turun-pln-beli-pulsa-rp-100000-dapat-6709-kwh

Looking for your favorite player jersey for this season?

Chicago White Sox Jersey

are in stock at the site of MLB outlet online, Elevate your game with popular styles like the Paul Konerko Jersey, John Danks Jersey. Browse authentic Majestic Cool Base jerseys for your favorite players.Check latest styles of White Sox Jersey from authentic Majestic Cool Base for Men, Youth and Women. All adult sizes are in stock. Find more new arrivals such as Chris Sale Jersey, Michael Jordan Jersey. The Professionals Choice with Next day Shipping. Your source for all the best Chicago White Sox jerseys is the MLB Outlet Shop.