Berita

Jakarta Satu lagi manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, yakni menanggung biaya perawatan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

Seperti disampaikan Kasubdit AIDS dan Penyakit Menular Seksual Kemenkes, dr. Siti Nadia, saat ini BPJS telah menanggung biaya perawatan serta pemeriksaan laboratorium penunjang dan pemeriksaan CD4 serta pemeriksaan viral load yang bertujuan untuk memantau kemajuan pengobatan.

"Selain perawatan di RS terkait Infeksi Oppurtunistiknya ditanggung melalui BPJS. Sedangkan obat ARV (antiretrovirus) disediakan oleh pemerintah dan diberikan secara gratis," katanya melalui surat elektronik yang diterimaLiputan6.com, Selasa (1/12/2015).

Nadia menuturkan cara mendapatkan obat HIV/AIDS cukup dengan datang ke puskesmas atau rumah sakit yang memiliki layanan ARV.

"Saat ini kita memiliki 518 layanan ARV yang tersebar di 34 propinsi. Adapun lama pengobatan ARV bagi ODHA adalah pengobatan seumur hidup," katanya.

Dia menambahkan pemerintah saat ini terus meningkatkan program dengan melakukan kegiatan secara terpadu dan komprehensif, dari hulu ke hilir. Mulai dari upaya promotif, pencegahan, pengobatan, dan rehabilitatif. Namun upaya pencegahan penyakit atau promotif dan preventif merupakan langkah yang utama.**

 

Sumber: http://health.liputan6.com/read/2379129/pemeriksaan-hivaids-ditanggung-bpjs

Jakarta - PT PLN (Persero) bakal mencabut subsidi listrik untuk pelanggan mampu dengan daya 450 VA dan 900 VA. Dengan pencabutan subsidi tersebut, pelanggan bakal dikenakan tarif listrik lebih mahal hingga Rp 1.000 per Kilo Watt per Hour.

Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun mengatakan, PLN dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K)‎, sedang melakukan pendatan pelanggan yang menggunakan listrik dengan daya 450 dan 900 VA. Pendaatan tersebut dilakukan dengan melakukan survei langsung ke rumah pelanggan dan melayangkan surat ke seluruh pelanggan.

"PLN tetap melakukan pendataan, 450-900 VA, dilakukan dua cara survey langsung ke rumah, kemudian kirim surat," kata Benny, di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Selasa (1/12/2015).

Menurut Benny, setelah data akurat didapat, PLN akan melapor ke Pemerintah untuk ditindaklanjuti. Di sisi lain PLN sudah memiliki skema kenaikan tarif bagi pelanggan tersebut.

Benny mengungkapkan, dengan skema itu tarif listrik pelanggan tersebut akan naik dari dari Rp 585 per Kilo Watt Hour (KWH) menjadi Rp 1.500 Per KWH, secara bertahap hingga menyentuh angka keekonomian dan bebas dari subsidi.

"Nanti kita tunggu ke pemerintah. Kalau pengalaman 2014-2015 pengurangan subsidinya naiknya bertahap, kita belajar sama pemerintah tahu yang terbaiklah. Kami PLN hanya lapor pendataanya selesai kapan," paparnya.

Selain menyerahkan skema kenaikan tarif, PLN juga menyerahkan waktu penerapan pencabutan subsidi ke Pemerintah.

"Setelah pendatan kami segera lapor kepemerintah yakin akurat pemerintah memulai kebijakannya mulai Mei kah, Juli Apri tergantung pemeirntah, apakah naik langsung kita tunggu pemerintah kami yakin pemerintah mengambil keputusan terbaik," tutup Benny. (Pew/Zul)

 

Sumber: http://bisnis.liputan6.com/read/2379577/subsidi-listrik-dicabut-tarifnya-bisa-naik-rp-1000-per-kwh

Jakarta -Tarif listrik golongan rumah tangga daya 1.300 volt ampere (VA) dan 2.200 VA Desember ini naik signifikan mencapai 11%. Hal ini karena dua golongan ini sudah masuk golongantariff adjustment (penyesuaian tarif).

Seperti diketahui, seharusnya dua golongan ini tarifnya sudah naik-turun sejak Mei 2015, namun tetap ditahan PLN sampai November 2015 atau 7 bulan. Penundaan ini membuat PLN harus kehilangan potensi pendapatan Rp 2,41 triliun.

Kenapa PLN memutuskan Desember 2015 tak lagi menahan kenaikan tarif listrik dua golongan ini?

"Menurut kami, inflasi bulan-bulan ini sedang rendah-rendahnya," kata Kepala Divisi Niaga PLN, Benny Marbun, saat jumpa pers di Kantor PLN Pusat, Jalan Trunojoyo, Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (1/12/2015).

Benny mengatakan, PLN juga meminta saran kepada Bank Indonesia, kapan seharusnya PLN tidak lagi menahan penerapan tariff adjustment. Alasannya bila diteruskan, akan makin membebani PLN.

"BI menyarankan, kalau mau menyertakan tarif R-1 1.300-2.200 volt ampere (VA) dalam kelompok pelanggan yang kena tariff adjustment, kalau bisa dilakukan sekarang (Desember). Jangan ditunda sampai Januari (2016). Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi Januari nanti," ungkap Benny.

Apalagi kata Benny, Desember juga tidak ada momentum besar seperti lebaran, mudik, atau anak masuk sekolah atau tahun ajaran baru.

"Sehingga tidak ada momentum besar yang bisa memicu pengeluaran besar masyarakat. Kenaikan ini pun tidak akan memicu inflasi karena kondisinya sedang tidak ada tekanan apa-apa," jelasnya.

Seperti diketahui, seharusnya sejak Mei 2015, dua golongan ini masuk dalam tariff adjustment, namun berdasarkan pertimbangan PLN, yang melihat beban masyarakat saat itu banyak sekali pengeluaran (belanja), mulai dari mendekati lebaran dan tahun ajaran baru, PLN berinisiatif untuk menahan penerapantariff adjustment khusus golongan 1.300 VA dan 2.200 VA.

Tariff Adjustment maksudnya, tarif listrik golongan ini dapat naik-turun atau tetap tergantung perubahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah, harga minyak Indonesia (ICP) serta inflasi bulanan.

Dengan masuknya dua golongan ini ke golongan tariff adjustment mulai Desember 2015, membuat tarif listriknya naik 11% dari Rp 1352/kWh menjadi Rp 1.509,38/kWh, sama seperti tarif golongan rumah besar atau mewah.

 

(rrd/hen)

 

Sumber: http://finance.detik.com/read/2015/12/01/134322/3084956/1034/tarif-listrik-1300-dan-2200-va-naik-di-desember-ini-alasannya

Jakarta PT PLN Persero akan mencabut subsidi pelanggan yang tidak berhak. Kini PLN tengah melakukan pendataan pelanggan yang menggunakan daya listrik 900 Volt Ampere (VA).

Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun mengatakan‎ untuk mempercepat pendataan masyarakat miskin dan rentan miskin, PLN dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) memprioritaskan pendataan pada masyarakat yang menggunakan daya listrik 900 VA.

"Karena pemerintah mengarahkan 900 VA, dulu karena jumlahnya tidak banyak," kata Benny di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Selasa (1/12/2015).

Benny menuturkan pendataan tersebut akan selesai dalam kurun waktu 3 sampai 6 bulan. Meski begitu, ujar Benny, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin agar proses tersebut segera rampung.

"Kami harus lakukan ‎pendataan dulu yang mana, sih? Ternyata tidak mudah karena kami baru dapat," ucapnya.

‎Sesuai dengan keputusan pemerintah dan DPR, pencabutan subsidi untuk masyarakat mampu yang mengunakan listrik berdaya 450 dan 900 VA dilakukan mulai 1 Januari 2016. Hal tersebut dilakukan karena adanya pengurangan subsidi listrik. Namun karena proses pendataan belum matang, penerapan kebijakan tersebut ditunda.

"Hingga saat ini belum ada perubahan. Per 1 Januari 2016 rencananya, dari DPR menugaskan pemerintah untuk menyalurkan subsidi listirk hanya bagi yang tidak mampu saja. Artinya masyarakat miskin dan rentan miskin, pertanyaannya yang mana kami gunakan data TNP2K, hanya 24,7 juta rumah tangga,"‎ pungkasnya. (Pew/Zul)**

 

 

http: //bisnis.liputan6.com/read/2379480/pemerintah-cabut-subsidi-listrik-900-va-pelanggan-kaya

Jakarta -PT PLN (Persero) hari ini melakukan penyesuaian tarif listrik untuk golongan tariff adjustment (penyesuaian) untuk Desember 2015. Ada yang tarifnya naik tinggi hingga 11%, tapi ada pula yang tarifnya turun.

Berdasarkan situs resmi PLN yang dikutip, Selasa (1/12/2015), berikut daftar tarif listrik:

Foto: Daftar tarif listrik Desember 2015 (PLN)

Untuk golongan tarif listrik rumah tangga sedang (R-2) daya 3.500 VA – 5.500 VA dan rumah tangga besar (R-3) daya 6.600 VA ke atas turun dari Rp 1.533 per kilo Watt hour (kWh) pada November 2015 menjadi Rp 1.509 per kWh pada Desember 2015. Atau turun Rp 24 per kWh.

Sementara, untuk golongan tarif listrik R-1 daya 1.300 VA dan 2.200 VA, tarifnya naik 11% dari sebelumnya Rp 1.352 per kWh, tarif pada Desember ini naik Rp 1.509 per kWh.

 

Sumber: http://finance.detik.com/read/2015/12/01/085210/3084587/1034/tarif-listrik-mulai-hari-naik-ini-daftarnya

Looking for your favorite player jersey for this season?

Chicago White Sox Jersey

are in stock at the site of MLB outlet online, Elevate your game with popular styles like the Paul Konerko Jersey, John Danks Jersey. Browse authentic Majestic Cool Base jerseys for your favorite players.Check latest styles of White Sox Jersey from authentic Majestic Cool Base for Men, Youth and Women. All adult sizes are in stock. Find more new arrivals such as Chris Sale Jersey, Michael Jordan Jersey. The Professionals Choice with Next day Shipping. Your source for all the best Chicago White Sox jerseys is the MLB Outlet Shop.